BPRS Artha Madani

Bank Syariah Artha Madani Jalin Kemitraan Dengan KPKNL Bekasi Terkait Pelelangan

Bekasi, AM– Bank Syariah Artha Madani melakukan penandatangan kerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Direktorat kekayaan negara, Kementrian Keuangan. Kerjasama ini meliputi bantuan untuk melakukan pelelangan secara aman dan nyaman atas jaminan pembiayaan nasabah yang tidak bisa menyelesaikan proses pelunasan.

Kesepakatan ini dilakukan di Gedung Bank Syariah Artha Madani, Jalan KH Noer Alie Kalimalang, Kota Bekasi, yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama Cahyo Kartiko dan Kepala Kantor Cabang KPKNL Bekasi, Partolo. Turut menghadiri  Pipih Boedi Marjanto Direktur Operasional, Kadiv Bisnis Bank Syariah Artha Madani, WidjiTri Kusuma Adhi beserta management, serta jajaran dari staff KPKNL Bekasi.

Cahyo Kartiko Direktur Utama Bank Syariah Artha Madani menjelaskan, kerjasama dengan KPKNL Bekasi sebagai langkah tranparasi, keamanan dan kenyamanan dari barang jaminan nasabah yang dilelang karena ketidaksanggupan membayar angsuran. KPKNL sebagai institusi negara lebih terjamin dibandingkan melakukan lelang secara pribadi ataupun ke pihak swasta.

“Kerjasama ini tidak lain dan tidak pula dalam memudahkan transaksi lelang baik kepada kami maupun nasabah yang mengalami tunggakan hingga tidak sanggup melakukan pelunasan. KPKNL merupakan lembaga pemerintah yang sangat cocok dijadikan mitra,” terang Cahyo, Rabu (22/11).

Sebagai lembaga keuangan syariah, maka sudah sepatutnya menjalin kerjasama dengan lembaga yang bisa dipercaya oleh pemerintah dan masyarakat. Apalagi KPKNL merupakan lembaga negara yang telah berpengalaman dalam melakukan pelelangan.

Berita terkait; http://keuangansyariah.mysharing.co/bprs-artha-madani-kerjasama-kpknl-bekasi-tangani-pembiayaan-bermasalah/

http://rri.co.id/jakarta/post/berita/459815/seputar_kota/bank_syariah_artha_madani_ajak_kpknl_bekasi_kerjasama_pelelangan.html

“Bila dengan pemerintah, maka nasabah tidak perlu khawatir akan cara dan hasil pelelangan yang dilakukan karena semua sesuai prosedur dan SOP yang lebih akurat dan transparan,” ujar Cahyo.

Diakhir tahun 2017, posisi aset Bank Syariah Artha Madani sudah mencapai Rp 210 miliar dengan target akhir tahun bisa terealisasi Rp 220 miliar. Grafik pertumbuhan bisnis memang tahun ini agak menurun karena lemahnya daya beli masyarakat sehingga penyaluran pembiayaan juga menurun.

Namun ditengah situasi tersebut, maka strategi untuk meraih target akhir tahun tidak lain menjaga penyaluran pembiayaan ke segment yang lebih baik. “Konsep kewaspadaan dan kehati-hatian sangat penting untuk mencegah persoalan angsuran macet yang menyebabkan kenaikan non performing financing (NPF),” tutup Cahyo.